Site Loader

Memperilakukan Asmaul Husna

Oleh Sumarti M Thahir

Di buku Nasih Ulwan hal pertama yang harus diajarkan kepada anak anak adalah mengenal Allah. Para jumhur ulama mengenal Allah diawali dengan mengenal nama dan sifat. Nama adalah identifikasi obyek dengan beberapa indikator, sifat adalah hal yang melekat sesuai dengan nama.

Bagaimana cara mengajarkan nama dan sifat Allah? Cukupkah dengan menghapal? Apakah orang bisa disebut sabar kalau seseorang hanya bisa berucap sabar…sabar…tanpa perilaku dari sifat sabar yang tampak? Tentu tidak.

Berkaitan dengan asmaul husna, selayaknya kita harus mengajarkan sesuai dengan tahap belajar anak. Pada awalnya anak belajar melalui sensornya. Anak akan mengenal kata Ar rahman ketika matanya melihat paparan Ar rahman dari orang – orang di sekitarnya. Telinganya mendengar suara yang menggambarkan rasa Ar rahman, tak ada cacian, yang ada adalah tata bicara yang santun. Dia akan memahami Ar rahman ketika tangan dan ototnya diajak untuk berkasih sayang. Ia mulai mengasihani dirinya dengan menjaga kebersihannya. Dia menyayangi dirinya dengan banyak beramal kebaikan kepada lingkungannya. Rasa dan aromanya menunjukkan kasih sayang. Mengkonsumsi makanan yang halal dan baik. Selalu menampakkan aroma yang harum sehingga orang – orang di sekitarnya nyaman.

Hal – hal di atas dilatihkan dengan benar dan diulang sampai menjadi kebiasaan. Pada saat mengajarkan dasarnya hanya perintah Allah untuk mengenali diri-Nya melalui nama dan sifatnya. Pada tahap selanjutnya, melihat orang dewasa di sekitarnya adalah guru kebaikan yang melakukan hal yang sama dengan apa yang dilatihkan. Hasilnya, anak menjadikan sifat Allah bagian dari cara mengenal Allah, sehingga keikhlasan akan melekat.

Bismillah.

SHARE

Post Author: Bening Indonesia Foundation

Leave a Reply

Your email address will not be published.