Site Loader

Pendidikan dan Pengajaran

Oleh: Sumarti M Thahir

Ada dua istilah yang saling berdekatan, saling terkait, namun dalam praktik dan dampaknya jauh berbeda maknanya. Pendidikan dari kata didik yang berarti menanam untuk waktu yang lama. Konsekuensinya, pendidikan bisa dilakukan oleh orang yang punya daya tahan, keuletan dan kemampuan bertahan terhadap pilihan ini.

Pengajaran dari kata ajar yang berarti tular kecakapan. Ketika seseorang tidak bisa mengemudikan mobil, ia akan berkata: tolong ajari saya mengemudikan mobil. Pilihan kata yang terucap adalah ajari bukan tolong aku dididik mengemudikan mobil. Demikian jua saat anak tidak bisa matematika, fisika, yang keluar adalah kata ajar bukan didik.

Siapa yang mengajar? Seseorang yang kompeten di bidang ajar ini ia akan dapat melakukan. Berapa lama? Sampai seseorang dirasa bisa dan paham polanya.

Lalu di mana posisi guru? Siapa dia?

Kita akan kembali pada istilah guru. Pada filsafat Jawa, guru itu berasal dari kesifatan akan profesi tersebut yaitu dapat digugu yang artinya dapat dipercaya, dan ditiru yang berarti dapat diteladani. Digugu mengacu kepada kemampuan terhadap bidang ilmu yang akan diajarkan. Guru digugu karena keilmuannya yang benar dan kemampuannya mengajarkan ilmu tersebut dengan cara yang mudah, tepat dan dapat dimengerti. Belajar dan terus menggali ilmu yang ditekuni, adalah keniscayaan bagi seorang guru.

Ditiru mengacu kepada persona yang bersifat tampilan perilaku. Ikhlas, jujur, rajin, ramah, menghargai dan semua kebaikan yang tampak akan dengan mudah ditiru oleh murid. Dalam hal ini murid bukan hanya terbatas pada siswa di kelas. Keluarga, tetangga dan masyarakat dapat meniru perilaku mulia yang tampak.

Pada diri guru terpancar dua kompetensi yang tidak bisa dipisahkan, yaitu kompetensi mendidik dan kompetensi mengajar. Guru akan mendidik adab, akhlak, perilaku kepada semua muridnya. Guru akan mengajarkan ilmu yang benar dengan cara yang tepat kepada semua muridnya.

Siapa yang disebut guru? Semua orang yang memiliki indikator bisa digugu dan ditiru dialah guru. Ada banyak guru di sekitar kita. Guru yang terdekat adalah orang tua di rumah. Ayah mendidik anak dan istrinya agar menjadi hamba yang salih, takut kepada Allah, meneladani perilaku Rasulullah saw. bersikap ikhlas dan jujur. Ayah akan mengajarkan kepada anak dan istrinya untuk mandiri, mampu mengelola waktu, menyusun kegiatan yang bermanfaat untuk kehidupan sekarang dan akan datang. Ibu adalah pendidik bagi anak – anak tentang kepatuhan dan kesetiaan terhadap suami, kasih sayang kepada seluruh umat. Ibu yang akan mengajarkan kepada seluruh anggota keluarga cara berbagi waktu, pekerjaan yang detil mulai dari cara membersihkan diri, membersihkan lungkungan, melakukan pelayanan.

Guru di sekolah akan mendidik muridnya tentang adab belajar dan mengkaji ilmu. Guru akan mengajarkan sesuai dengan bidang yang ditekuni dan level mengajar. Setiap level mengajar mulai dari PAUD hingga universitas akan bersesuaian dengan bidang yang harus dikuasai siswa.

Demikianlah… guru di manapun tempatnya harus melakukan dua hal tersebut di atas yaitu melakukan pendidikan dan pengajaran. Selamat hari guru…

SHARE

Post Author: Bening Indonesia Foundation

Leave a Reply

Your email address will not be published.